Kamis, 12 Januari 2012

Makalah Kebidanan (KONSEP KEBIDANAN)

MAKALAH

KONSE KEBIDANAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pengembangan karir merupakan kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan jenjang jabatan dan jenjang pangkat bagi seorang pegawai negri pada suatu organisasi dalam jalur karir yang telah ditetapkan dalam organisasinya.Pengembangan karir bidan meliputi karir fungsional dan karir struktural.Pada saat ini pengembangan karir bidan secara fungsional telah disiapkan dengan jabatan fungsional bagi bidan,serta melalui pendidikan berkelanjutan baik secara formal maupun non formal yang hasil akhirnya akan meningkatkan kemampuan profesional bidan dalam melaksanakan fungsinya.Fungsi bidan nantinya dapat sebagai pelaksana,pendidik,peneliti, bidan koordinator dan bidan penyelia.
Sedangkan karir bidan dalam jabatan struktural tergantung dimana bidan bertugas apakah dirumah sakit,puskesmas,bidan didesa atau instansi swasta.Karir tersebut dapat dicapai oleh bidan ditiap tatanan pelayanan kebidanan/kesehatan sesuai dengan tingkat kemampuan ,kesempatan,dan kebijakan yang ada.
B.    Rumusan Masalah
1.    Bagaimana posisi bidan sebagai Profesi
2.    Bagaimana teori dan konsep kebidanan
3.    Jelaskan tentang sanksi dan penghargaan bagi Bidan
4.    Bagaimana Prinsip pengembangan karir bidan
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Kebidanan Sebagai Propesi
Sebagai anggota profesi, bidan mempunyai ciri khas yang, khusus. Sebagai pelayan profesional yang merupakan bagian integral darn pelayanan kesehatan. Bidan mempunyai togas yang sangat unik, yaitu:
1.    Selalu mengedepankan fungsi ibu Sebagai pendidik bagi anak-anaknya.
2.    Memiliki kode etik dengan serangkaian pengetahuan ilmiah yang didapat melalui proses pendidikan dan jenjang tertentu
3.    Keberadaan bidan diakui memiliki organisasi profesi yang bertugas meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,
4.    Anggotanya menerima jasa atas pelayanan yang dilakukan dengan tetap memegang teguh kode etik profesi.
Hal tersebut akan terus diupayakan oleh para bidan sehubungan dengan anggota profesi yang harus memberikan pelayanan profesional. Tentunya harus diimbangi dengan kesempatan memperoleh pendidikan lanjutan, pelatihan, dan selalu berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan. sehubungan dengan profesionalisme jabatan bidan, perlu dibahas bahwa bidan tergolong jabatan profesional. Jabatan dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu jabatan struktural dan jabatan fungsional. Jabatan struktural adalah jabatan yang secara tugas ada dan diatur berjenjang dalam suatu organisasi, sedangkan jabatan fungsional adalah jabatan yang ditinjau serta dihargai dari aspek fungsinya yang vital dalam kehidupan masyarakat dan negara.
Selain fungsi dan perannya yang vital dalam kehidupan masyarakat, jabatan fungsional  juga berorientasi kwalitatif. Dalam konteks inilah jabatan bidan adalah jabatan fungsional profesional. dan wajarlah apabila bidan tersebut  mendapat tunjangan proresional.
Bidan sebagai profesi memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu:
1.    Bidan disiapkan melalui pendidikan formal agar lulusannya dapat melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya secara profesional.
2.    Bidan memiliki alat yang dijadikan panduan dalam menjalankan profesinya, yaitu standar pelayanan kebidanan, kode etik,dan etika kebidanan
3.    Bidan memiliki kelompok pengetahuan yang jelas dalam menjalankan profesinya.
4.    Bidan memiliki kewenangan dalam menjalankan tugasnya.
5.    Bidan memberi pelayanan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
6.    Bidan memiliki organisasi profesi
7.    Bidan memiliki karakteristik yang khusus dan dikenal serta dibutuhkan masyarakat

B.    Teori dan Konseptual Kebidanan
1.    Teori Reva Rubin
Menekan pada pencapaian peran sebagai ibu, untuk mencapai peran ini seorang wanita memerlukan proses belajar melalui serangkaian aktivitas atau latihan. Dengan demikian, seorang wanita terutama calon ibu dapat mempelajari peran yang akan di alaminya kelak sehingga ia mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi khususnya perubahan psikologis dalam kehamilan dan setelah persalinan.
Menurut Reva Rubin, seorang wanita sejak hamil sudah memiliki harapan-harapan antara lain:
a.    kesejahteraan ibu dan bayi
b.    penerimaan dari masyarakat
c.    penentuan identitas diri
d.    mengetahui tentang arti memberi dan menerima perubahan umum pada perempuan hamil:
1)    ketergantungan dan butuh perhatian
2)    membutuhkan sosialisasi
Tahap_tahap psikologis yang biasa dilalui oleh calon ibu dalam mencapai peran nya:
a)    anticipatory stage
seorang ibu mulai melakukan latihan peran dan memerlukan interaksi dengan anak yang lain.
b)    honeymoon stage
Ibu mulai memahami sepenuhnya peran dasar yang dijalaninya. Pada tahap ini ibu memerlukan bantuan dari anggota keluarga yang lain.
c)    Plateu stage
Ibu akan mencoba apakah ia mampu berperan sebagai seorang ibu. Pada tahap ini ibu memerlukan waktu beberapa minggu sampai ibu kemudian melanjutkan sendiri.
d)    Disengagement
Merupakan tahap penyelesain latihan peran sudah berakhir.
Aspek-aspek yang diidentifikasi dalam peran ibu adalah gambaran tentang idaman, gambaran diri dan tubuh. Gambaran diri seorang wanita adalah pandangan wanita tentang dirinya sendiri sebagai bagian dari pengalaman dirinya, sedangkan gambaran tubuh adalah berhubungan dengan perubahan fisik yang tejadi selama kehamilan.
Arti dan efek kehamilan pada pasangan.
1.    pasangan merasakan perubahan tubuh pasanganya pada kehamilan 8 (delapan) bulan sampai dengan 3(tiga) bulan setelah melahirkan.
2.    lelaki juga mengalami perubahan fisik dan psikososial selama wanita hamil.
3.    anak-anak akan di lahirkan merupakan gabungan dari tiga macam perbedaan:
a.    hubungan ibu dengan pasangan
b.    hubungan ibu dengan janin yang berkembang
c.    hubungan ibu dengan individu yang unik
4.    ibu tidk pernah lagi menjadi sendiri
5.    tugas yang harus di lakukan ibu atau pasangan dalam kehamilan:
a.    percaya bahwa ia hamil dan berhubungan dengan janin dalam satu tubuh
b.    persiapan terhadap pemisahan secara fisik pada kelahiran janin
c.    penyelesaiaan dan identifikasi kebinggungan dengan peran transisi.
6.    reaksi yang umum pada kehamilan:
a.    Trimester satu:ambivalen, takut, tantasi, khawatir.
b.    Trimester dua: parasaan enak metykebutuhan untuk mempelajari perkembangan dan pertumbuhan janin menjadi narsistik, pasif, introvent, egosentrik dan self centered.
c.    Trimester tiga: berperasaan aneh, semberono, jelek, menjadi introvert, merefleksikan terhadap pengalaman masa kecil.
Aspek yang di identifikasi dalam peran ibu:
a.    gambaran tentang idaman bayi sehat.
b.    gambaran tentang diri memandang tentang pengalaman yang dia lakukan.
c.    gambaran tubuh, gambaran ketika hamil dan setelah nifas.
Beberapa tahapan aktifitas penting sebelim seseorang menjadi seorang ibu.
1.    Taking on (tahapan meniru)
Seorang wanita dalam pencapaiaan sebagai ibu akan memulainya dengan meniru dan melakukan peran seorang ibu.
2.    Taking in
Seorang wanita sedang membayangkan peran yang dilakukannya . introjektion, projection dan rejection merupakan tahap di mana wanita membedakan model-model yang sesuai dengan keinginannya.
3.    Letting go
Wanita mengingat kembali proses dan aktifitas yang sudah di lakukannya. Pada tahap ini seorang akan meninggalkan perannya di masa lalu.
Adaptasi psikososial pada masa post partum:
Keberhasilan masa transisi menjadi orang tua pada masa post partum di pengaruhi oleh:
a.    respon dan dukungan dari keluarga
b.    hubungan antara melahirkan dengan harapan-harapan
c.    pengalaman melahirkan dam membesarkan anak yang lalu
d.    budaya
Reva rubin mengklasifikasikan tahapan ini menjadi tiga tahap yaitu:
a.    periode taking in (hari pertama hingga kedua setelah melahirkan)
1.    ibu masih pasif dan tergantung pada orang lain
2.    perhatian ibu tertuju pada ke khawatiran pada perubahan tubuhnya
3.    ibu akan mengulangi pengalaman-pengalaman ketika melahirakan
4.    memerlikan ketenangan dalam tidur untuk mengembalikan keadaan tubuh kekondisi normal
5.    nafsu makan ibu biasanya bertambah sehingga membutuhkan peningkatan nutrisi. Kurangnya nafsu makan menandakan proses pengembalian kondisi tubuh tidak berlangsung normal.
b.    periode taking hold (hari kedua hingga ke empat setelah melahirkan)
1.    ibu memperhatikan kemampuan menjadi orang tua dan meningkatkan tanggung jawab akan bayinya
2.    ibu memfokuskan perhatian pada pengontrolan fungsi tubuh, BAK, BAB dan daya tahan tubuh
3.    ibu cenderung terbuka menerima nasihat bidan dan kritikan pribadi
4.    ibu berusaha untuk menguasai keterampilan merawat bayi seperti menggendong, menyusui, memandikan dan mengganti popok
5.    kemungkinan ibu mengalami depresi postpartum karena merasa tidak mampu membesarkan bayinya
c.    periode letting go
1.    terjadi setelah ibu pulang ke rumah dan di pengaruhi oleh dukungan serta perhatian keluarga
2.    ibu sudah mengambil tanggung jawab dalam merawat bayi dan memahami kebutuhan bayi sehingga akan mengurangi hak ibu dalam kebebasan dan hubungan social
2.    Teori Ramona Marcer
Teori ini lebih menekan pada stress antepartum (sebelum melahirkan) dalam pencapaiaan peran ibu, marcer membagi teorinya menjadi dua pokok bahasan:
a.    Efek stress Anterpartum
stress Anterpartum adalah komplikasi dari resiko kehamilan dan pengalaman negative dari hidup seorang wanita, tuuan asuhan yang di berikan adalah : memberikan dukungan selama hamil untuk mengurangi ketidak percayaan ibu.
Penilitian mercer menunjukkan ada enam faktor yang berhubungan dengan status kesehatan ibu, yaitu:
1.    Hubungan Interpersonal
2.    Peran keluarga
3.    Stress anterpartum
4.    Dukungan social
5.    Rasa percaya diri
6.    Penguasaan rasa takut, ragu dan depresi
Maternal role menurut mercer adalah bagai mana seorang ibu mendapatkan identitas baru yang membutuhkan pemikiran dan penjabaran yang lengkap dengan dirinya sendiri.
b.    Pencapaian peran ibu
Peran ibu dapat di capai bila ibu menjadi dekat dengan bayinya termasuk mengekspresikan kepuasan dan penghargaan peran, lebih lanjut mercer menyebutkan tentang stress anterpartum terhadap fungsi keluarga, baik yang positif ataupun yang negative. Bila fungsi keluarganya positif maka ibu hamil dapat mengatasi stress anterpartum, stress anterpartum karena resiko kehamilan dapat mempengaruhi persepsi terhadap status kesehatan, dengan dukungan keluarga dan bidan maka ibu dapat mengurangi atau mengatasi stress anterpartum.
Perubahan yang terjadi pada ibu hamil selama masa kehamilan (Trisemester I, II dan III) merupakan hal yang fisiologis sesuai dengan filosofi asuhan kebidanan bahwa menarche, kehamilan, nifas, dan monopouse merupakan hal yang fisiologis.
Perubahan yang di alami oleh ibu, selama kehamilan terkadang dapat menimbulkan stress anterpartum, sehingga bidan harus memberikan asuhan kepada ibu hamil agar ibu dapat menjalani kehamilannya secara fisiologis (normal), perubahan yang di alami oleh ibu hamil antara lain adalah:
a.    Ibu cenderung lebih tergantung dan lebih memerlukan perhatian sehingga dapat berperan sebagai calon ibu dan dapat memperhatikan perkembangan bayinya.
b.    ibu memerlukan sosialisasi
c.    ibu cenderung merasa khawatir terhadap perubahan yang terjadi  pada tubuhnya
d.    Ibu memasuki masa transisi yaitu dari masa menerima kehamilan kehamilan ke masa menyiapkan kelahiran dan menerima bayinya.
Empat tahapan dalam melaksanakan peran ibu menuru Mercer:
a.    Anticipatory
Saat sebelum wanita menjadi ibu, di mana wanita mulai melakukan penyesuaian social dan psikologis dengan mempelajri segala sesuatuyang di butuhkan untuk menjadi seorang ibu.
b.    Formal
Wanita memasuki peran ibu yang sebenarnya, bimbingan peran di butuhkan sesuai dengan kondisi system social
c.    Informal
Di mana wanita telam mampu menemukan jalan yang unik dalam melaksanakan perannya
d.    Personal
merupakan peran terakhir, di mana wanita telah mahir melakukan perannya sebagai ibu.
Sebagai bahan perbandingan, Reva Rubin menyebutkan peran ibu telah di mulai sejak ibu menginjak kehamilan pada masa 6 bulan setelah melahirkan, tetapi menurut Mercer mulainya peran ibu adalah setelah bayi bayi lahir 3-7 bulan setelah dilahirkan.
Wanita dalam menjalankan peran ibu di pengaruhi oleh faktor –faktor sebagai berikut:
a.    Faktor ibu
1.    Umur ibu pada saat melahirkan
2.    Persepsi ibu pada saat melahirkan pertama kali
3.    Stress social
4.    Memisahkan ibu pada anaknya secepatnya
5.    Dukungan social
6.    Konsep diri
7.    Sifat pribadi
8.    Sikap terhadap membesarkan anak
9.    Status kesehatan ibu.
b.    Faktor bayi
1.    Temperament
2.    Kesehatan bayi
c.    Faktor-faktor lainnya
1.    Latar belakang etnik
2.    Status pekawinan
3.    Status ekonomi
Dari faktor social support, mercer mengidentifikasikan adanya empat factor pendukung:
a.    Emotional support
Yaitu perasaan mencintai, penuh perhatian, percaya dan mengerti.
b.    Informational support
Memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan ibu sehingga dapat membantu ibu untuk menolong dirinya sendiri
c.    Physical support
Misalnya dengan membantu merwat bayi dan memberikan tambahan dana
d.     Appraisal support
Ini memungkinkan indifidu mampu mengevaluasi dirinya sendiri dan pencapaiaan peran ibu
Mercer menegaskan bahwa umur, tingkat pendidikan, ras, status perkawinan, status ekonomi dan konsep diri adalah faktor-faktor yang sangat berpengaruh dalam pencapaiaan peran ibu. Peran bidan yang di harapkanoleh mercer dalam teorinya adalah membantu wanita dalam melaksanakan tugas dan adaptsi peran dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaiaan peran ini dan kontribusi dari stress antepartum.
3.    Teori Jean ball
Teori kursi goyang , keseimbangan emosional ibu. Tujuan asuhan maternitus agar ibu mampu melaksanakan tugasnya sebagai ibu bauk fisik maupun psikologis.
Ada dua teori Jean ball yaitu:
a. Teori stress
b. Teori dasar
Hipotesa Ball, respon emotional wanita terhadap perubahan yang terjadi bersamaan dengan kelahiran anak yang mempengaruhi personality seseorang dan dengan dukungan yang berarti mereka mendapatkan sistem keluarga dan sosial. Persipan yang telah di lakukan bidan pada masa postnatal akan mempengaruhi respon emotional wanita terhadap perubahan akibatproses kelahiran tersebut. Kesejahteraan wanita setelah melahirkan tergantung pada personality dan kepribadian, sistem dukungan pribadi dan dukungan dari pelayanan maternitas.
Ball menemukan teori kursi goyang terdiri dari tiga elemen, yaitu:
1.    Pelayanan maternitas
2.    Pandangan masyarakat terhadap keluarga
3.    Sisi penyangga atau support terhadap kepribadian keluarga
4.    Teori Ernestine Wiedenbach
a.    The agent : mid wife
Filosofi yang di kemukakan adalah tentang kebutuhan ibu dan bayi yang segera untuk mengembangkan kebutuhan yang lebih luas yaitu kebutuhan untuk persipan menjadi orang tua.
b.    The recipient
Meliputi : wanita, keluarga dan masyarakat. Recipient menurut Widenbach adalah individu yang mampu menetukan kebutuhannya akan bantuan.
c.    The Goal / purpose
Di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dengan memperhatikan tingkah laku fisik, emosional atau fisioogikal
d.    The Means
Metode untuk mencapai tujuan asuhan kebidanan ada empat tahapan yaitu:
a.    Identifikasi kebutuhan klient, memerlukan keterampilan dan ide
b.    Memberikan dukungan dalam mencapai pertolongan yang di butuhkan (ministration)
c.    Memberikan bantuan sesuai kebutuhan (validation)
d.    Mengkoordinasi tenaga yang ada untuk memberikan bantuan (coordination)
e.    The frame work meliputi lingkungan sosial, organisasi dan profesi
C.    Sanksi Dan Penghargaan Bagi Bidan
Menurut Gibson (1987) ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja seseorang antara lain :
1.    Faktor individu: kemampuan, ketrampilan, latar belakang keluarga, pengalaman tingkat sosial dan demografi seseorang.
2.    Faktor psikologis: persepsi, peran, sikap, kepribadian, motivasi dan kepuasan kerja
3.    Faktor organisasi : struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan, sistem penghargaan (reward system)
Tujuan
a.    Meningkatkanprestasi kerja staf, baik secara individu maupun dalam kelompok setinggi tingginya. Peningkatan prestasi kerja perorangan pada gilirannya akan mendorong kinerja staf.
b.    Merangsang minat dalam pengembangan pribadi dengan meningkatkan hasil kerja melalui prestasi pribadi.
c.    Memberikan kesempatan kepada staf untuk menyampaikan perasaannya tentang pekerjaan, sehingga terbuka jalur komunikasi dua arah antara pimpinan dan staf.
Pemeliharaan SDM perlu diimbangi dengan sistem ganjaran (reward system), baik yang berupa finansial, seperti gaji, tunjangan, maupun yang bersifat material seperti; fasilitas kendaraan, perubahan, pengobatan, dll dan juga berupa immaterial seperti ; kesempatan untuk pendidikan dan pelatihan, dan lain-lain.
Pemeliharaan SDM yang disertai dengan ganjaran (reward system) akan berpengaruh terhadap jalannya organisasi. Tujuan utama dari pemeliharaan adalah untuk membuat orang yang ada dalam organisasi betah dan bertahan, serta dapat berperan secara optimal.
Salah satu upaya untuk meningkatkan SDM Keperawatan adalah melalui pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti pelatihan perawatan keterampilan teknis atau keterampilan dalam hubungan interpersonal. Faktor yang mempengaruhi kinerja perawat adalah iklim organisasi yaitu kurangnya semangat kelompok, kurangnya kerja sama antara pimpinan dengan karyawan baik struktural maupun fungsional.
Penghargaan yang diberikan kepada perawat belum meningkatkan kinerja mereka. Sebaliknya penerapan sangsi juga tidak jelas kepada perawat yang melakukan kesalahan atau tidak disiplin.
D.    Prinsip Pengembangan Karir Bidan
1.    Pendidikan lanjutan
Pendidikan Berkelanjutan adalah Suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, hubungan antar manusia dan moral bidan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan / pelayanan dan standar yang telah ditentukan oleh konsil melalui pendidikan formal dan non formal.
Dalam mengantisipasi tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin bermutu terhadap pelayanan kebidanan, perubahan – perubahan yang cepat dalam pemerintahan maupun dalam masyarakat dan perkembangan IPTEK serta persaingan yang ketat di era global ini diperlukan tenaga kesehatan khususnya tenaga bidan yang berkualitas baik tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap profesionalisme.
Pengembangan pendidikan kebidanan seyogyanya dirancang secara berkesinambungan, berjenjang dan berlanjut sesuai dengan prinsip belajar seumur hidup bagi bidan yang mengabdi ditengah – tengah masyarakat. Pendidikan yang berkelanjutan ini bertujuan untuk mempertahankan profesionalisme bidan baik melalui pendidikan formal, maupun pendidikan non formal. Namun IBI dan pemerintah menghadapi berbagai kendala untuk memulai penyelenggaraan program pendidikan tersebut.
Pendidikan formal yang telah dirancang dan diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta dengan dukungan IBI adalah program D III dan D IV Kebidanan. Pemerintah telah berupaya untuk menyediakan dana bagi bidan di sektor pemerintah melalui pengiriman tugas belajar keluar negeri. Di samping itu IBI mengupayakan adanya badan – badan swasta dalam dan luar negeri khusus untuk program jangka pendek. Selain itu IBI tetap mendorong anggotanya untuk meningkatkan pendidikan melalui kerjasama dengan universitas di dalam negeri.
Skema pola pengembangan pendidikan kebidanan











2.    Job fungsional
Job fungsional (jabatan fungsional) merupakan Kedudukan yang menunjukkan tugas,kewajiban hak serta wewenang pegawai negri sipil yang dalam melaksanakan tugasnya diperlukan keahlian tertentu serta kenaikan pangkatnya menggunakan angka kredit.
3.    Prinsip pengembangan karir bidan dikaitkan dengan peran,fungsi,dan tanggung jawab bidan
Peran,fungsi bidan dalam pelayanan kebidanan adalah sabagai pelaksana, pengelola, pendidik, dan peneliti.
a.    Sebagai pelaksana
Sebagai pelaksana, bidan melaksanakannya sebgai tugas mandiri, kolaborasi / kerjasama dan ketergantungan.
1)    Tugas Mandiri
a)    Menerapkan  manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan.
b)    Memberikan pelayanan pada anak dan wanita pra nikah dengan melibatkan klien
c)    Memberikan asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal.
d)    Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien / keluarga.
e)    Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
f)    Memberikan asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien / keluarga
g)    Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana
h)    Memberikan asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium dan menopause
i)    Memberikan asuhan kebidanan pada bayi, balita dengan melibatkan keluarga
2)    Tugas Kolaborasi
a)    Menerapkan  manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga
b)    Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi
c)    Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga
d)    Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan kegawat daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan klien dan keluarga
e)    Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawat daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga.
f)    Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi atau kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga.
3)    Tugas Ketergantungan / Merujuk
a)    Menerapkan  manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga
b)    Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan kegawat daruratan
c)    Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga
d)    Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu masa nifas dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga
e)    Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu dan kegawatan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan melibatkan keluarga
f)    Memberikan asuhan kebidanan kepada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawatan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan melibatkan klien / keluarga
b.    Sebagai pengelola
1)    Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat / klien.
a)    Bersama  tim kesehatan dan pemuka masyarakat mengkaji kebutuhan terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan dan mengembangkan program pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.
b)    Menyusun rencana kerja sesuai dengan hasil pengkajian dengan mayarakat.
c)    Mengelola kegiatan – kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta KB sesuai dengan program.
d)    Mengkoordinir, mengawasi dalam melaksanakan program / kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta KB
e)    Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta KB termasuk pemanfaatan sumber – sumber yang ada pada program dan sektor terkait.
f)    Mengerakkan, mengembangkan kemampuan masyarakat dan memelihara kesehatannya dengan memanfaatkan potensi – potensi yag ada.
g)    Mempertahankan, meningkatkan mutu dan kegiatan – kegiatan dalam kelompok p[rofesi.
h)    Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan.
2)    Berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan dan tenaga kesehatan lain yang berada di bawah bimbingan dalam wilayah kerjanya.
a)    Bekerjasama  dengan puskesmas, institusi sebagai anggota tim dalam memberikan asuhan kepada klien dalam bentuk konsultasi rujukan dan tindak lanjut.
b)    Membina hubungan baik dengan dukun, kader kesehatan / PLKB dan masyarakat
c)    Memberikan pelatihan, membimbing dukun bayi, kader dan petugas kesehatan lain.
d)    Memberikan asuhan kepada klien rujukan dari dukun bayi
e)    Membina kegiatan – kegiatan yang ada di masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan.
c.    Sebagai pendidik
1)    Memberikan  pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat tentang penanggulangan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan pihak terkait kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana.
a)    Bersama  klien pengkaji kebutuhan akan pendidikan dan penyuluhan kesehatan masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana.
b)    Bersama klien pihak terkait menyusun rencana penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang telah dikaji, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
c)    Menyiapkan alat dan bahan penddikan dan penyuluhan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
d)    Melaksanankan program / rencana pendidikan dan penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan rencana jangka pendek dan jangka panjang melibatkan unsur – unsur yang terkait termasuk masyarakat.
e)    Bersama klien mengevaluasi hasil pendidikan / penyuluhan kesehatan masyarakat dan menggunakannya untuk memperbaiki dan meningkatkan program dimasa yang akan datang.
f)    Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan / penyuluhan kesehatan masyarakat secara lengkap dan sistematis.
2)    Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan serta membina dukun di wilayah atau tempat kerjanya.
a)    Mengkaji  kebutuhan latihan dan bimbingan kader, dukun dan siswa
b)    Menyusun rencana latihan dan bimbingan sesuai dengan hasil pengkajian
c)    Menyiapkan alat, dan bahan untuk keperluan latihan bimbingan peserta latih sesuai dengan rencana yang telah disusun
d)    Melaksanakan pelatihan dukun dan kader sesuai dengan rencana yang telah disusun dengan melibatkan unsur – unsur terkait
e)    Membimbing siswa bidan dalam lingkup kerjanya
f)    Menilai hasil latihan dan bimbingan yang telah diberikan
g)    Menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan program bimbingan
h)    Mendokumentasikan semua kegiatan termasuk hasil evaluasi pelatihan dan bimbingan secara sistematis dan lengkap.
d.    Sebagai peneliti
Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun secara kelompok.
1)    Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan
2)    Menyusun rencana kerja pelatihan
3)    Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana
4)    Mengolah dan menginterpretasikan data hasil investigasi
5)    Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut
6)    Memanfaatkan hasil investigasi untuk mningkatkan dan mengembangkan program kerja atau pelayanan kesehatan.
4.    Tanggung Jawab Bidan
a)    Konseling
1)    Remaja putri
2)    Pranikah
3)    Prahamil
4)    Ibu hamil
5)    Ibu bersalin
6)    Ibu nifas
7)    Klimakterium
8)    Menopause
b)    Pelayanan kebidanan normal
1)    Hamil
2)    Bersalin
3)    Nifas
4)    Pemeriksaan fisik
5)    Senam hamil
6)    Pengendalian anemia
7)    Amniotoni
8)    Uterotonika
9)    ASI eksklusif
c)    Pelayanan kebidanan abnormal
1)    Hamil: abortus imminens.hiperemisis tingkat I , pre eklamsi, anemia, suntikan penyulit
2)    Persalinan: Letak sungsang, KPD tanpa infeksi, HPP, laserasi,dan distosia
3)    Pertolongan nifas abnormal: Retensio plasenta, renjatdan infeksi, plasenta manual, jaringan konsepsi,kompresi bimanual, uterotonik kala III + IV
4)    Ginekologi : Keputihan, penundaan haid, rujuk
d)    Pelayanan kebidanan pada anak
1)    Intranatal
2)    Hipotermi
3)    Kontak dini
4)    ASI eksklusif
5)    Perawatan tali pusat
6)    Resusitasi pada bayi asfiksia
7)    Minum sonde dan pipet
8)    Tsimulasi tumbuh kembang
9)    Imunisasi lengkap
10)    Pengobatan ringan pada penyakit ringan
e)    Pelayanan KB
1)    Penanganan efek samping
2)    Pemberian alat kontrasepsi sesuai pilihan
3)    Suntik pil
4)    Pasang AKBK
5)    Lepas AKBK tanpa penyulit
6)    Penyuluhan IMS dan narkoba
f)    Pelayanan kesehatan masyarakat
g)    Pembinaan peran serta
h)    Pelayanan kebidanan komunitas
i)    Deteksi dini
j)    Deteksi dini, pertolongan I rujuk, IMS,narkoba, (NAFZA
k)    Pertolongan I narkoba
E.    Proses Berubah
1.    Pengertian perubahan
Perubahan adalah Proses yang kompleks dan terjadinya dalam waktu yang relatif lama atau suatu proses dan kolaborasi yang meliputi suatu agen perubahan dan klien.
2.    Macam - macam perubahan
a.    Perubahan tehnologi
Dalam tahun terakhir ini perkembangan ilmu dan tehnologi mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan. Dalam bidang kebidanan tidak luput dari perubahan. Hal ini tampak nyata dari adanya evidence based sehingga seluruh bidan dalam memberikan asuhan kebidanan harus mengacu pada evidence base.
Perubahan juga terjadi dalam kebidanan seperti women center care yaitu pelayanan yang berpusat pada wanita,Safe mother hod dan lain-lain.
b.    Perubahan demografi
Perubahan demografi mempengaruhi populasi secara total.bidan sebagai profesi berespon terhadap perubahan ini dengan menetapkan standar praktik bidan yang menjadi pedoman bagi bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanan.
c.    Gerakan konsumen
Gerakan konsumen menyatakan kesadaran tinggi akan nilai dan biaya produksi serta pelayanan. Dengan kata lain konsumen ingin uang yang dikeluarkan bermakna.Karena konsumen sekarang lebih paham tentang sehat dan sakit serta lebih vokal dalam memperlihatkan tuntutannya dalam pelayanan yang berkualitas tinggi.
d.    Promosi kesehatan
Berkaitan dengan gerakan konsumen adalah penekanan pada masyakat dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
e.    Gerakan wanita
Gerakan wanita telah membawa banyak perubahan dalam masyarakat,karena wanita mengejar persamaan ekonomi, politik, pekerjaan dan pendidikan secara terus meenerus.Gerakan wanita mendorong tenaga kesehatan untuk mendapatkan otonomi dan tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan asuhan dilingkungan kerjanya.
f.    Gerakan hak azasi manusia
Hak azasi manusia mengubah cara masyarakat memandang semua anggotanya termasuk kaum minoritas.Bidan merespon perubahan ini dengan menghargai seluruh klien sebagai individu yang memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kebidanan yang sesuai dengan standar praktik kebidanan.dan memastikan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan tidak mengabaikan hak hak klien.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.    Sebagai anggota profesi, bidan mempunyai ciri khas yang, khusus. Sebagai pelayan profesional yang merupakan bagian integral darn pelayanan kesehatan.
2.    Teori dan Konseptual Kebidanan meliputi: Teori Reva Rubin, Teori Ramona Marcer, Teori Jean ball,  Teori Ernestine Wiedenbach
3.    Ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja seseorang antara lain : Faktor individu, Faktor psikologis, Faktor organisasi : struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan, sistem penghargaan (reward system)
4.    Prinsip Pengembangan Karir Bidan antara lain: Pendidikan lanjutan, Job fungsional
5.    Prinsip pengembangan karir bidan dikaitkan dengan peran, fungsi antara lain: Sebagai pelaksana, Sebagai pengelola, Sebagai pendidik, Sebagai peneliti
6.    Perubahan adalah Proses yang kompleks dan terjadinya dalam waktu yang relatif lama atau suatu proses dan kolaborasi yang meliputi suatu agen perubahan dan klien
7.    Macam - macam perubahan antara lain : Perubahan tehnologi, Perubahan demografi, Gerakan konsumen, Promosi kesehatan, Gerakan wanita

B.    Saran
Meskipun Makalah ini telah rampung mulai dari Bab pertama hingga bab Penutup, tapi penulis yakin masih banyak pembahasan yang belum terurai secara sempurna, maka dari itu penulis berharap rekan-rekan mahasiswa bisa memanfaatkan makalah ini sebagai bahan pijakan untuk diskusi demi melengkapi reperensi pengetahuan tentang Kebidanan dan segala aspek yang berhubungan dengannya.

DAFTAR PUSTAKA

http://dypta.wordpress.com/2009/01/21/teori-teori-yang-mempengaruhi-model-kebidanan/
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091023200847AAmzha6
http://subektiheru.blogspot.com/2008/03/indikator-kinerja.html
http://akbidypsdmi.net/index.php?exec=newsdetail&NewsID=29



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar